Lantai Teraso – Pemilihan jenis lantai yang tepat untuk hunian merupakan hal yang penting karena memiliki berbagai dampak positif terhadap kenyamanan, keindahan, dan fungsi rumah.
Pemilihan lantai yang tepat juga dapat meningkatkan nilai properti secara keseluruhan. Jika suatu saat Anda memutuskan untuk menjual rumah, lantai yang terawat dengan baik dan sesuai dengan selera banyak orang akan menarik minat calon pembeli.
Oleh karena itu, cukup penting bagi pemilik rumah untuk menentukan jenis material lantai yang akan digunakan. Di era yang modern ini, selain keramik terdapat salah satu jenis lantai indoor yang patut Anda coba yaitu Teraso.
Pernah dengar jenis lantai yang satu ini?
Apa itu lantai teraso?

Lantai teraso adalah jenis lantai yang terbuat dari campuran agregat seperti serpihan batu, marmer, keramik, atau kaca yang dicampur dengan bahan pengikat seperti semen, resin, atau polimer. Setelah dicampur, campuran ini kemudian ditekan, diasah, dan dipolisikan hingga menghasilkan permukaan yang keras, padat, dan licin.
Proses pembuatan lantai teraso dimulai dengan menyebar campuran agregat yang telah dicampur dengan bahan pengikat di atas permukaan lantai yang sudah diatur sebelumnya.
Setelah itu, campuran tersebut dipadatkan untuk menciptakan permukaan yang rata dan merata. Setelah campuran kering, permukaan lantai teraso akan digosok dan diasah untuk menghilangkan permukaan kasar dan mengungkapkan keindahan agregat yang terdapat di dalamnya.
Lantai teraso sangat populer karena tahan lama, mudah dibersihkan, serta memiliki berbagai macam pola, warna, dan tekstur yang dapat disesuaikan dengan selera dan kebutuhan desain.

Karena itulah, lantai teraso sering digunakan di berbagai jenis bangunan, termasuk rumah tinggal, hotel, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoran.
Baca juga: Apa itu lantai WPC?
Karakteristik lantai teraso
Lantai teraso memiliki beberapa karakteristik atau ciri khas khusus yang membuatnya menjadi pilihan populer dalam desain interior dan eksterior bangunan.
Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari lantai teraso:

1. Keindahan Visual
Salah satu daya tarik utama lantai teraso adalah keindahan visualnya. Dengan campuran beragam agregat seperti batu, marmer, keramik, atau kaca yang diatur dengan bahan pengikat, lantai teraso bisa memiliki tampilan yang unik dan menarik. Pola, warna, dan tekstur dapat disesuaikan sesuai dengan preferensi desain yang diinginkan.
Baca juga: 3 Jenis Lantai Linoleum Sebagai Alternatif Pengganti Keramik!
2. Tahan Lama
Lantai teraso merupakan lantai yang sangat tahan lama dan kokoh. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatannya membuatnya dapat menahan tekanan, gesekan, dan beban berat tanpa mudah rusak atau terkelupas. Jika dirawat dengan baik, lantai teraso dapat bertahan selama beberapa dekade.
3. Mudah Dibersihkan dan Dijaga

Permukaan yang padat dan halus pada lantai teraso membuatnya mudah dibersihkan. Kotoran, debu, dan noda umumnya dapat dihapus dengan sapu atau kain lap basah. Untuk menjaga kilau dan keindahan lantai teraso, biasanya direkomendasikan untuk melakukan pemeliharaan rutin dengan menggunakan produk pembersih yang sesuai.
Baca juga: 5 Jenis lantai tempel motif kayu
4. Cocok di berbagai desain
Lantai teraso menawarkan fleksibilitas desain yang tinggi. Dengan berbagai opsi warna, pola, dan ukuran agregat yang dapat digunakan, lantai teraso dapat disesuaikan dengan tema atau gaya interior yang berbeda. Ini memungkinkan arsitek dan desainer untuk menciptakan tampilan yang unik dan menarik.
5. Tahan Air

Lantai teraso tahan terhadap air dan cairan, terutama jika telah diberi lapisan pelindung yang sesuai. Karena sifatnya yang tahan air, lantai teraso sering digunakan di area dengan tingkat kelembapan tinggi seperti kamar mandi atau kolam renang.
6. Biaya Terjangkau
Meskipun bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan lantai teraso bisa mahal, lantai ini umumnya dianggap sebagai opsi yang lebih terjangkau dibandingkan dengan beberapa bahan lantai lainnya seperti marmer, granit atau lantai kayu parket.
Baca juga: 5 Jenis plint lantai rumah
Kekurangan/kelemahan teraso lantai

1. Biaya Instalasi yang Cenderung Mahal
Salah satu kelemahan utama dari lantai teraso adalah biaya instalasi yang cukup tinggi. Proses pemasangan lantai teraso memerlukan tenaga kerja ahli karena dibutuhkan ketelitian dan teknik khusus untuk menghasilkan hasil akhir yang halus dan merata. Ditambah lagi, campuran material seperti semen dan serpihan batu alam harus diolah dengan presisi agar menghasilkan motif yang indah. Faktor inilah yang menyebabkan biaya pemasangan lantai teraso bisa jauh lebih mahal dibandingkan dengan jenis lantai seperti keramik atau vinyl.
2. Rentan Terhadap Retak
Meski terlihat kokoh, lantai teraso sebenarnya cukup rentan terhadap retak, terutama jika terpapar beban berat atau mengalami benturan keras. Perubahan suhu atau kelembaban yang ekstrem juga dapat menyebabkan lantai teraso mengalami pemuaian atau penyusutan yang memicu keretakan. Jika kerusakan ini terjadi, proses perbaikannya bisa rumit dan tidak murah, karena perlu disesuaikan kembali dengan pola dan warna yang sudah ada.
3. Permukaan yang Licin Saat Basah
Satu hal lagi yang harus diwaspadai dari lantai teraso adalah permukaannya yang licin saat terkena air. Ini tentu menjadi perhatian khusus jika Anda memasangnya di area yang rawan basah seperti kamar mandi atau dapur. Risiko tergelincir cukup tinggi, terutama bagi anak-anak atau lansia. Untuk mengatasi hal ini, Anda perlu menambahkan lapisan anti-slip atau memilih varian teraso dengan tekstur khusus.
4. Memerlukan Perawatan Rutin
Agar tetap tampil mengkilap dan tahan lama, lantai teraso membutuhkan perawatan rutin. Permukaan lantai perlu dilakukan penyegelan secara berkala untuk melindungi dari noda dan keausan. Selain itu, pembersihan sehari-hari juga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kilau alami lantai. Jika perawatan tidak dilakukan dengan benar, lantai bisa terlihat kusam dan kehilangan daya tarik estetikanya.
5. Sensitif terhadap Bahan Kimia Tertentu
Meski terlihat kuat, lantai teraso ternyata cukup sensitif terhadap bahan kimia yang bersifat asam atau abrasif. Penggunaan cairan pembersih yang terlalu keras bisa merusak permukaan dan menyebabkan perubahan warna. Oleh karena itu, penting untuk memilih produk pembersih yang aman dan direkomendasikan untuk permukaan teraso.
Baca juga: Harga dan ukuran lantai kayu jati
Kisaran harga lantai teraso

Harga lantai teraso dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis bahan agregat yang digunakan, kompleksitas desain pola, lokasi geografis, dan kebijakan harga dari produsen atau kontraktor yang melakukan pemasangan. Selain itu, ukuran area yang akan ditutupi oleh lantai teraso juga akan mempengaruhi total biaya.
Untuk memberikan gambaran kasar, berikut adalah kisaran harga lantai teraso per meter persegi (m²) berdasarkan jenis bahan dan kompleksitas desain:
- Lantai Teraso Biasa:
- Kisaran Harga: Rp 800.000 – Rp 1.500.000 per m²
- Lantai Teraso dengan Agregat Khusus atau Marmer:
- Kisaran Harga: Rp 1.500.000 – Rp 3.000.000 per m²
- Lantai Teraso dengan Desain Pola Khusus atau Kustom:
- Kisaran Harga: Rp 2.500.000 – Rp 5.000.000 per m² atau lebih
Bagaimana, tertarik pakai lantai teraso dirumah?
Demikian pembahasan mengenai lantai teraso dari karakteristik kekurangan kelebihan hingga harganya. Kami lantaikayu.biz merupakan penyedia lantai kayu parket dan tenaga pasang. Bila Anda tertarik menggunakan lantai kayu, bisa berkonsultasi dengan kami.
