Penjual lantai kayu Indonesia

Daftar Jenis Kayu Kelas 3 Terbaik, Apakah Kuat & Tahan Rayap?

Mengenal Kayu Kelas 3 – Penggunaan material kayu dari dulu hingga sekarang masih terus digunakan dan semakin meningkat pemanfaatannya seiring dengan kemajuan bidang kontruksi ditengah masyarakat.

Selain untuk keperluan kontruksi bangunan, material kayu juga kerap kali dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture rumah tangga.

Terdapat beragam jenis kayu yang bisa kita gunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan, namun asal kalian tahu bahwa setiap jenis kayu punya ciri khas dan kelasnya tersendiri.

Dari kayu kelas 1 hingga kayu kelas 5, masing-masing kelas mempunyai kualitas dan karakteristik yang berbeda-beda. Namun terdapat salah satu golongan kayu yang memiliki karakter unik, kualitas terbilang cukup bagus dan dijual dengan harga yang terjangkau. Yakni jenis kayu kelas III.

marketing lantai kayu

Apa itu kayu kelas 3?

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwasanya setiap kayu punya kelasnya masing-masing dan kelas tersebut dibedakan lagi sesuai fungsi dan manfaatnya. Termasuk kayu kelas 3.

Kenapa disebut kayu kelas 1, 2 atau 3? Untuk memudahkan para produsen atau pengrajin kayu dengan menilai suatu kayu berdasarkan tingkat kuat dan awet. Sehingga nantinya akan lebih mudah diolah atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan sesuai dengan kualitas kayu.

Bila dibandingkan dengan kayu kelas lain, golongan kayu kelas III ini mempunyai karakteristik yang standar, akan tetapi dibandrol dengan harga yang relatif murah.

Apa saja kayu kelas III? Simak ulasannya berikut ini :

Daftar kayu kelas 3 terbaik

1. Kayu meranti merah

mengenal kayu meranti merah

Meranti merah atau shorea red wood ini merupakan salah satu dari jenis kayu meranti yang mempunyai 3 jenis berbeda, meranti kuning dan meranti putih. Kayu meranti merah ini kerap kali disandingkan dengan kayu merbau karena warnanya yang terbilang cukup mirip, yakni merah gelap, dengan coklat kemerahan yang tergantung usia kayu.

Berat jenis kayu meranti sekitar 0,3 hingga 0,86 dan terdapat kandungan air sebanyak 15%. Meskipun kandungan airnya banyak akan tetapi mudah dikeringkan, baik secara manual maupun alami.

Kayu meranti merah memiliki tingkat awet kelas III dengan tingkat kuat kelas II-IV. Dapat bertahan 5 hingga 10 tahun dan tahan rayap. Biasanya jenis kayu ini dipakai untuk keperluan kusen, pintu, jendela, furniture indoor hiasan dinding minimalis dan lain sebagainya.

Baca juga : Mengenal Kayu Mahoni

2. Kayu pinus

mengenal kayu pinus, kayu kelas III

Kayu pinus atau dikenal juga dengan sebutan kayu jati belanda karena mempunyai ciri khas warna terang kecoklatan dan bobot berat kayu ini tergolong ringan.

Salah satu kelebihan kayu pinus ialah mudah dibentuk, sehingga para produsen kayu tidak kesulitan dalam mengolah kayu kelas III yang satu ini untuk dibuat sebagai furniture, bahan material kontruksi ringan hingga dekorasi interior dan eksterior hunian.

Namun kayu pinus ini cenderung lebih sering dimanfaatkan untuk keperluan medis, sebab terdapat kandungan senyawa baik untuk mengatasi beberapa penyakit. Terlebih lagi daun pohon pinus baik untuk relaksasi.

3. Kayu borneo

mengenal kayu borneo beserta kelebihan dan kekurangannya
Kayu kelas 3

Kayu borneo merupakan jenis kayu perkebunan yang punya tingkat kualitas kelas III berdasarkan tingkat kekuatannya.

Jenis kayu yang satu ini mempunyai ciri khas warna putih kecoklatan dengan serat kayu yang lunak dan keras dan kayu borneo ini termasuk sebagai kayu berat. Selain itu, teksturnya sedikit kasar dan kayu ini dapat menyerap zat cair dengan mudah.

Biasanya kayu borneo ini dimanfaatkan di dalam dunia industri furniture, namun tidak jarang juga dipakai untuk keperluan material kontruksi berat maupun ringan seperti peti kemas, kayu palet, box dan kayu lapis.

4. Kayu jabon

mengenal kayu jabon dan plus minusnya
kayu kelas 3

Meski tidak sepopuler kayu sebelumnya, namun kayu jabon ini patut kalian pertimbangkan sebab akhir-akhir ini kerap kali dipakai sebagai alternatif kayu jati. Bahkan kayu ini juga dikenal dengan sebutan jati bongsor,

Karakteristik kayu ini mempunyai tekstur permukaan yang cenderung cukup kasar dengan serat kayu yang lurus dan sedikit mengkilap. Tingkat kerapatan kayu jabon berkisar 290-530 kg/m3 pada kadar air 15%.

Selain itu, ketahanan terhadap serangan hama atau kutu kayu cukup baik untuk seukuran kayu kelas III (menengah).

Dengan spesifikasi seperti itu, menjadikan kayu jabon ini banyak dipergunakan untuk berbagai kebutuhan di dalam bidang furniture maupun kontruksi, bahkan tidak jarang juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan kertas dan bahan perahu kano.

Baca Juga : Ketahui harga Kayu Kelas 1 untuk Lantai Outdoor, sebagus ini?

5. Kayu sungkai

karakteristik kayu sungkai dan manfaatnya

Kayu sungkai di dunia perkayuan Indonesia namanya cukup terkenal, terlebih para produsen sering memakainya sebagai alternatif pengganti kayu jati masa kini.

Kayu komersial yang satu ini mempunyai karakteristik yang terbilang cukup unik, meski tekstur permukaannya kasar namun punya serat kayu yang memiliki motif cantik dan cocok dimanfaatkan sebagai furniture klasik yang natural.

Tingkat kekuatan yang dimiliki kayu sungkai ini kelas II-III dan tingkat keawetan kelas III. Tergolong cukup bagus untuk seukuran kayu kelas 3 dan biasanya kayu sungkai dipakai untuk keperluan bangunan seperti kusen jendela, rangka atap, lantai kayu parket, elemen dekorasi, furniture dan lain sebagainya.

Terlebih lagi harga kayu sungkai relatif lebih murah ketimbang harga kayu jati atau kayu bengkirai, sehingga bisa dijadikan sebagai solusi alternatif pilihan terbaik selain kayu kelas 1 atau kayu kelas 2.

Jadi, tertarik menggunakan Kayu Kelas 3?

Scroll to Top