kayu pinus

Ingin Tahu Keunggulan dan Kekurangan Kayu Pinus?

Kayu pinus atau pine wood merupakan jenis kayu lunak dengan bobot ringan yang sering dimanfaatkan sebagai bahan material pembuatan furniture.

Jika dibandingkan dengan jenis kayu komersial lainnya, pinus ini memang dari segi kualitas dibawah rata-rata bahkan tergolong rendah baik dari tingkat kekerasan, ketahanan maupun keawetannya.

perbandingan pinus dan jati belanda

Namun meski begitu, kayu yang mirip dengan cemara ini banyak dicari oleh sebagian besar produsen atau pengrajin kayu untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Terutama untuk bahan mebel hingga kontruksi ringan.

Penasaran seperti apa karakteristik kayu pinus, plus minus dan ciri-ciri pohonnya? Simak ulasannya dibawah ini :

Mengenal pohon pinus

Pohon pinus ini terlihat mirip seperti cemara bila dilihat dari batang pohonnya, berbentuk silinder dengan guratan dalam dan tekstur putaran yang teratur. Tegak lurus dengan ketinggian pohon mencapai 40 meter dan bagian bawahnya terlihat lebih besar.

morfologi pohon pinus

Salah satu habitat pohon pinus yang cocok dan bagus yakni pada tahan asam, berpasir dan mempunyai sistem penyerapan air yang baik.

Ukuran diameter batang pinus ini sekitar 75 cm hingga 90 cm. Ciri khas daun pinus memiliki bentuk menyerupai jarum yang tetap di pohon sepanjang tahun.

Namun pohon pinus ini membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh dengan baik dan bisa bertahan hidup hingga puluhan tahun.

Masyarakat lokal biasanya memanfaatkan pohon pinus ini sebagai pohon natal dan buahnya dijadikan sebagai elemen dekorasi selama musim liburan.

Karakteristik kayu pinus

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwasanya kayu pinus ini mempunyai bobot berat yang ringan dan termasuk sebagai salah satu jenis kayu lunak yang mudah diolah maupun dibentuk.

ciri-ciri kayu pinus

Ciri-ciri kayu pinus ini mempunyai tampilan warna putih yang mendominasi hampir keseluruhan, dengan terdapat warna krem pada bagian serat kayunya.

Tekstur kayu dan seratnya juga terlihat begitu jelas berupa papan kayu yang belum di hamplas, berbanding terbalik dengan kayu jati, bengkirai atau sejenisnya yang memerlukan proses penghampelasan terlebih dahulu agar terlihat serat dan tekstur kayunya.

Bila dilihat dari segi kualitas, kayu pinus ini mempunyai tingkat kuat kelas II-III sedangkan tingkat awet kelas III-IV. Meskipun tergolong rendah, pinus ini cukup kokoh menahan guncangan.

Dan cukup diandalkan sebagai bahan baku pembuatan furniture rumah tangga karena mudah dalam hal pengolahan dan harga pasaran kayu pinus relatif murah dengan stok yang banyak.

Baca juga : Ciri-ciri kayu cedar

Keunggulan pine wood

Setiap jenis kayu pada umumnya mempunyai sisi kelebihan dan kekurangannya tersendiri, begitu juga halnya pada pinus kayu ini.

Apa saja kelebihannya?

  • Mudah dibentuk dan diolah
  • Warna kayu cenderung terang
  • Serat kayu dan tekstur terlihat jelas
  • Bobot kayu lebih ringan dibanding jati
  • Mampu menahan guncangan (anti-shock)
  • Pertumbuhan kayu relatif cepat
  • Stok kayu lebih banyak
  • Harga kayu tergolong ekonomis

Kekurangan kayu pinus

  • Kualitas kayu tergolong rendah
  • Mudah kusan dan tergores
  • Hanya cocok didesain gaya rustic, tidak banyak gaya.
  • Membutuhkan pengawetan yang khusus agar bisa bertahan hingga puluhan tahun.
  • Punya banyak mata kayu

Itulah beberapa plus minus kayu pinus yang bisa jadikan kalian bahan pertimbangan sebelum membeli atau menggunakan menjadi bahan material yang bermanfaat.

Baca juga : Kekurangan dan kelebihan kayu cendana

Harga kayu

harga kayu pinus gelondongan

Perbandingan harga kayu pinus dengan kayu lainnya memang terlihat cukup signifikan, yang dimana biaya pinus cenderung lebih murah dibandingkan dengan harga kayu jati, ulin, merbau, atau mahoni.

Diketahui bahwa harga kayu gelondongan pinus dibandrol sekitar Rp. 550 ribuan dengan ukuran diameter mencapai 10 dan ukuran panjang sekitar 5 cm.

Kegunaan kayu pinus

kegunaan kayu pinus

Baik kayu keras maupun kayu lunak seperti pinus pastinya mempunyai beragam kegunaan yang mampu bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari manusia. Diantaranya :

1. Furniture/Perabotan

Salah satu pemanfaatan kayu pinus yang sering dipergunakan oleh sebagian besar para produsen kayu atau pengrajin yakni dijadikan sebagai furniture dan perabotan rumah tangga lainnya.

Berupa kursi, meja, lemari, rak hingga perabotan dapur. Alasan mengapa kayu ini sering dipakai untuk kebutuhan industri furniture antara lain punya bobot ringan, mudah diolah dan warna kayu terlihat cerah.

2. Kontruksi ringan

Selain dimanfaatkan untuk furniture, kayu pinus juga tidak jarang dipergunakan untuk bahan kontruksi bangunan ringan seperti kusen, papan venner, kayu lapis, tiang, dan lain sebagainya.

3. Industri pulp

Kayu pinus juga sering dipakai untuk industri pulp atau bubur kertas, yang terdiri dari serat-serat sebagai bahan baku kertas.

Manfaat lain dari pinus :

  • Pembuatan korek api
  • Sumpit
  • Kayu palet
  • Getah pinus bisa dimanfaatkan untuk campuran batik tulisan, cetak dan cat, pernis dan lain sebagainya.

Baca juga : Perbedaan karakteristik kayu jati dan merbau

Demikianlah penjelasan singkat mengenai seluk beluk seputar kayu pinus, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan.

Scroll to Top