Mengenal Kayu Akasia – Pemakaian material kayu dari dulu hingga saat ini peminatnya semakin banyak, mulai dari dijadikan sebagai bahan kontruksi hingga dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti furniture, mebel dan dekorasi rumah.
Terdapat salah satu jenis kayu komersial yang cukup laku di pasaran dan punya beragam kegunaan yaitu kayu akasia.
Kayu acacia atau akasia ini memang tergolong cukup populer di kalangan para pengrajin kayu sebab ciri khasnya yang mudah dibentuk, selain itu kualitasnya hampir sebanding dengan kayu jati, mahoni, sonokeling dan oak.
Ciri-ciri pohon akasia
Pohon akasia sejenis semak-semak yang berasal dari Afrika. Di Indonesia sendiri, tumbuhan perdu ini banyak ditemukan di daerah Papua, Kalimantan, Maluku dan Jawa.

Selain itu, di setiap daerahnya punya julukan yang berbeda-beda, ada yang menyebutnya kayu mangium, kayu pilang dan kayu jati mangium.
Pohon akasia yang sudah tua tingginya bisa mencapai 30 meter dengan batang bebas cabang lurus keatas, kulit cabangnya sendiri tergolong tebal dan warna pohon akasia berkarakter dari coklat muda hingga coklat tua.
7 Fakta unik kayu akasia
Terdapat beberapa fakta menarik mengenai kayu akasia mangium yang diyakini memiliki kualitas, karakteristik, kelebihan dan kekurangan yang cukup signifikan. Penasaran? Simak berikut ini :
1. Karakteristik akasia tergolong bagus
Bila dilihat dari segi karakteristik, kayu akasia ini mempunyai warna coklat dengan kayu gubal yang tipis dan berwarna terang.

Serat kayunya lurus hingga bertautan dangkal dan memiliki tekstur permukaan yang cenderung cukup halus serta seragam.
Kayu acacia sendiri mempunyai tingkat penyusutan yang rendah hingga moderat sebesar 1,4-6,4%, selain itu tingkat kerapatan kayu akasia sekitar 0.825 gr/.
Berat jenis kayu kayu ini pada umumnya mulai dari 450-690kg/m3 dengan kadar air 15%. Dan kayu akasia mempunyai tingkat kuat kelas II-III dan tingkat awet kelas II. Termasuk sebagai kayu kelas 2.
2. Mudah dibentuk dan diolah
Salah satu keunikan dari kayu kayu acacia ini yaitu mudah dalam hal pengolahan dan mudah dibentuk sesuai dengan keinginan karena tidak rentan patah, sehingga mudah disekrup dan dipaku.

Sehingga kayu ini cocok dipergunakan sebagai bahan baku material pembuatan furniture rumah tangga berupa kursi, meja, rak, lemari dan lain sebagainya.
Menariknya, serbuk gaji hasil sisa pengolahan kayu akasia dapat dipergunakan sebagai substrat berkualitas bagus untuk produksi jamur yang bisa dimakan. Dan bisa kita jual ke peternak jamur.
3. Dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan perabotan rumah tangga
Selain kayu jati mahoni, trembesi, mindi maupun kayu kamper yang lebih akrab di telinga sebagai jenis-jenis kayu yang sering dimanfaatkan sebagai bahan material pembuatan furniture, mebel dan perabotan rumah tangga.

Namun kayu akasia juga dapat dipergunakan sebagai alternatif pilihan terbaik untuk dijadikan sebagai salah satu bahan perabotan rumah tangga.
Karakteristiknya yang unik dan warna kayunya yang menarik, menjadikan acacia wood ini begitu cocok dimanfaatkan untuk membuat perabotan dapur dan perabotan rumah tangga lainnya.
Baca juga : Perbandingan Kayu Jati & Kayu Trembesi
4. Termasuk jenis kayu tahan lama
Seperti yang sudah dijelaskan di awal, lebih tepatnya pada poin ke 1. Bahwasanya kayu akasia ini mempunyai tingkat keawetan kelas II.

Untuk keperluan elemen dekorasi hunian, furniture, perabotan rumah tangga dan kontruksi kayu akasia cenderung lebih tahan lama dan awet.
Walaupun termasuk sebagai salah satu tumbuhan yang suka dipakai untuk pembatas, penahan angin, pohon penaung, sistem watani dan pengendali erosi, namun faktanya kayu komersial ini keawetannya jauh lebih lama bila dipakai untuk keperluan lain.
Baca juga : Mengenal Kayu Kempas
5. Punya manfaat yang beragam
Kayu akasia pada umumnya tidak hanya dijadikan sebagai perabotan rumah tangga saja, namun faktanya kayu ini tak jarang di pakai untuk industri kertas, pulp, kepingan kayu, krat, mebel dan papan partikel.

Kalian juga bisa membuat papan veneer, gergajian, modding mebel dari kayu akasia ini, bahkan dari kayu ini juga dapat kita gunakan untuk membuat api unggun atau sebagai kayu bakar dan pembuatan arang.
Selain serbuk gaji hasil sisa pengolahan kayu acacia yang bisa sebagai produksi jamur, namun daun akasia juga dapat dipergunakan untuk pakan peternak.
6. Kurang cocok penggunaan diluar ruangan/outdoor
Salah satu kekurangan kayu akasia antara lain yaitu kurang cocok dipakai untuk keperluan outdoor seperti dijadikan pagar, plafon lambersering dan lain sebagainya. Karena tidak tahan rayap.
Selain tidak tahan terhadap serangan rayap, terlebih berdekatan dengan tanah, kayu ini juga cenderung kurang tahan terhadap air.
Selain itu, proses pengeringan kayu akasia dapat memakan waktu yang cukup lama dan selama proses pengeringan itu berlangsung harus teliti karena mudah melengkung dan tingkat penyusutannya bisa tinggi.
Baca juga : Tips Basmi Rayap Pada Kayu
7. Stoknya banyak dan mudah didapatkan
Dikutip dari berbagai sumber, pada awalnya kayu acacia atau akasia pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an oleh beberapa negara seperti Bangladesh, Tiongkok, Malaysia, India, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Vietnam dan termasuk Indonesia.

Dan untuk pertama kalinya pada tahun akhir 1970-an, kayu akasia menyebar di kepulauan Maluku sebagai jenis tumbuhan untuk program reboisasi.
Di era yang modern ini, kayu acacia dapat dengan mudah kalian temukan di berbagai daerah di Indonesia seperti Papua, Kalimantan dan Sulawesi.
Terlebih lagi harga kayu akasia dipasaran relatif terjangkau bila dibandingkan dengan harga kayu jati atau kayu ulin.
Pohon akasia sendiri tumbuh baik di tanah beriklim tropis. Akasia juga memiliki hubungan simbiosis dengan semut. Duri yang ditemukan di pohon akasia adalah tempat perlindungan bagi berbagai semut.
Semut juga bisa mendapatkan makanannya dari getah daun dan batang akasia. Sementara itu, semut melindungi pohon dari herbivora.
Demikian ulasan kita kali ini mengenai kayu akasia mangium, semoga pembahasan diatas dapat bermanfaat ya. Cukup sekian dan terimakasih.
