Jenis Kayu Kelas 4 – Semua jenis kayu yang ada didunia ini mempunyai tingkatan kualitas tersendiri yang dibedakan berdasarkan tingkat kekuatan dan keawetannya, mulai dari jenis kayu kelas I hingga kelas IV.
Dan tentunya setiap punya kegunaan atau manfaat yang berbeda-beda pula, tergantung karakter kayu itu sendiri. Mengingat tidak semua jenis kayu bisa diaplikasikan pada luar ruangan dalam jangka waktu yang lama.
Jenis kayu kelas 4 biasanya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam bidang industri furniture atau mebel, namun jenis perabotan rumah tangga atau furniture ini hanya mampu diterapkan didalam hunian. Sebab kurang kurang cocok untuk area outdoor, karena tingkatan kualitasnya tidak sebagus kayu kelas 2 atau 3.
7 Jenis kayu kelas IV berdasarkan tingkat awet
Terdapat 7 jenis kayu kelas 4 yang dinilai berdasarkan tingkat keawetannya. Tergolong cukup banyak memang, sehingga bisa dijadikan alternatif pilihan.
1. Kayu sengon
Kayu sengon atau albasia ini merupakan salah satu jenis kayu kelas 4 berdasarkan tingkat kuat dan awet. Pohon yang memiliki nama latin Albizia Chinensis ini memiliki pertumbuhan yang tergolong cepat dan biasanya ditemukan di pinggir jalan sebagai peneduh.

Kayu albasia ini tersebar ke berbagai negara seperti India, China dan termasuk Indonesia dengan densitas kayu rata-rata sekitar 320-640 kg/m3 pada kadar air 15%. Serta termasuk sebagai jenis kayu ringan.
Karakteristik kayu sengon sendiri mempunyai warna putih hingga coklat muda atau berwarna kekuningan sampai merah kecoklatan. Dengan tekstur kayu sedikit kasar dan serat lurus. Selain itu, struktur kayunya juga cenderung padat namun mudah diolah.
2. Kayu agathis

Selain sengon, salah satu jenis kayu kelas 4 yang banyak ditemukan didaerah Kalimantan, Papua, Jawa, Maluku dan Sulawesi ini antara lain yakni kayu agathis atau agathis dammara.
Biasanya kayu agathis ini dimanfaatkan sebagai media penutup atap dan dinding (lambersering), namun tidak jarang pula digunakan sebagai bahan material pembuatan furniture indoor sebab mempunyai karakteristik yang menarik.
Baca juga : 7 Fakta Menarik Tentang Kayu Akasia
3. Kayu kempas
Sebagai alternatif pengganti kayu jati, kempas ini bisa kalian andalkan untuk memenuhi keperluan sebagai bahan material pembuatan perabotan rumah tangga, furniture dan bahan bangunan ringan.

Hal ini lantaran tingkat kekuatan kayu kempas kelas I-II dengan didukung tingkat awet kelas III-IV, meskipun keawetannya tergolong rendah namun dapat bertahan lama hingga 5-7 tahun.
Karakteristik kayu kempas sendiri cenderung unik, bagian terluar kayunya mempunyai warna kelabu atau putih kekuningan. Sedangkan bagian dalamnya terdapat warna merah kecoklatan yang mirip seperti kayu merbau.
4. Kayu meranti
Jenis kayu meranti merah merupakan salah satu kayu komersial yang memiliki kualitas bagus, baik dari segi kekuatan maupun keawetan. Meskipun tergolong sebagai kayu keras, namun nyatanya meranti ini punya bobot yang ringan.

Karakter kayu meranti ini mempunyai struktur kayu yang keras dan ciri-cirinya memiliki warna merah muda sedikit pucat atau merah muda kecoklatan, tergantung usia kayu tersebut.
Keunggulan kayu meranti antara lain mudah dalam hal pengolahan serta memiliki tingkat keawetan yang relatif bagus, meskipun tingkat awetnya kelas IV.
Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan Kayu Kempas
5. Kayu bayur
Kayu bayur (Pterospernum javanicum) merupakan salah satu jenis kayu kelas 4 yang biasanya banyak ditemukan didaerah hutan tropis seperti Kalimantan, Maluku Sulawesi dan Sumatera.

Ciri-ciri kayu bayur ini mempunyai warna merah atau coklat muda pada bagian terasnya, sementara bagian gubal kayu berwarna putih. Berat jenis kayu bayur ini berkisar antara 0,35-0,70 dan termasuk sebagai kayu kelas III berdasarkan tingkat kuat.
Kegunaan kayu bayur ini cukup beragam, namun salah satu yang paling sering dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel atau furniture sebab punya karakteristik yang menarik.
6. Kayu durian
Sebagai penghasil buah yang banyak disukai oleh sebagian besar orang, kayu dari pohon durian ini banyak digunakan untuk membuat aneka ragam furniture.

Akan tetapi pemanfaatan kayu durian ini tergolong jarang, selain tingkat awetnya kelas 4 namun juga cenderung tidak tahan rayap. Sehingga tidak cocok diterapkan sebagai material outdoor.
Meskipun begitu, kayu durian ini kerap kali dipakai untuk dijadikan sebagai alternatif pilihan dalam pembuatan perabotan dapur, veneer, plywood, peti kemas dan lain sebagainya. Sebab mudah diolah dan dibentuk sedemikian rupa.
Baca juga : 7 Jenis Kayu Tahan Air & Rayap
7. Kayu ketapang
Terakhir, kayu ketapang termasuk sebagai salah satu jenis kayu kelas IV berdasarkan tingkat awet. Selain daunnya yang mempunyai khasiat tinggi, akan tetapi kayunya juga punya nilai jual yang bagus.
Tinggi pohon ketapang sendiri bisa mencapai 40 meter dengan batang yang berwarna abu-abu hingga abu coklat. Biasanya pohon ini banyak ditemukan dihutan skunder, primer atau hutan jati dan di sepanjang rawa atau sungai.
Kualitas kayu ketapang hampir setara dengan kayu sengon bila dilihat dari segi keawetannya, bahkan tidak jarang digunakan untuk bahan bangunan dan material lantai parket.
Nah, itu dia deretan jenis-jenis kayu kelas lV yang berdasarkan tingkat kekuatannya.
